Pemanfaatan Database Reseller Untuk Pengembangan Bisnis

Semakin besar bisnis yang dimiliki, maka semakin banyak juga pelanggan yang dihadapi. Dalam satu kondisi, seorang pebisnis atau pengusaha akan memilih untuk memanfaatkan reseller sebagai mitra untuk berjualan. Tentu jika reseller ini terkelola dengan baik, maka sistem bisnis yang dijalankan juga akan baik. Membuat sistem database reseller yang tersusun rapih akan membuat semua lebih mudah.

Pengertian dan Sistem Kerja Reseller

Reseller adalah adalah orang yang menjual kembali sebuah produk kepada konsumen. Reseller ini sendiri bisa berkomunikasi langsung dengan pihak supplier atau bisa juga berdiri sendiri. Berdiri sendiri maksudnya mereka hanya membeli barang kemudian menjual ulang, sedangkan yang berkomunikasi dengan supplier adalah sebagai pihak ketiga yang secara tidak langsung memasarkan produk supplier.

1. Reseller yang Menjadi Penyalur Langsung

Reseller yang menjadi penyalur adalah mereka yang secara langsung berkomunikasi dengan pihak supplier tanpa harus membeli barang terlebih dahulu kemudian dijual kembali. Kasarannya, reseller yang seperti ini adalah mereka yang menjadi perpanjangan tangan supplier/produsen untuk memasarkan produk.

Sejatinya reseller adalah mereka yang mendapatkan untung dari penjualan barang. Hal ini membuat reseller pasti telah melakukan markup harga dalam proses pemasaran produk dari produsen/supplier. Tatanan rapih database yang baik harusnya dapat mengetahui berapa keuntungan yang diambil oleh para reseller.

2. Reseller yang Membeli Produk Terlebih Dahulu

Jenis reseller seperti ini sebenarnya tidak perlu dibentuk dalam suatu sistem database. Hal ini dikarenakan reseller yang membeli produk terlebih dahulu akan melakukan markup harga tanpa sepengetahuan supplier sehingga dia bebas mengambil keuntungan dari markup tersebut.

Supplier juga tidak perlu khawatir barang dagangan mereka mendapat citra yang buruk dari reseller karena markup harga yang tinggi dikarenakan supplier sudah menerima keuntungan dari reseller tersebut yang telah membeli barangnya terlebih dahulu.

Memanfaatkan Database Reseller

Database reseller sendiri sebenarnya bertujuan untuk memantau pergerakan dari reseller itu sendiri. Dengan adanya database yang dibuat, reseller dari supplier/produsen akan dapat terkontrol dengan baik. Selain dapat menjaga jaringan bisnis, Anda sebagai supplier juga dapat berbagi penghasilan dengan fair kepada reseller dibawah Anda. Simbiosis mutualisme pun dapat terjadi.

Database ini dapat dibuat dengan menggunakan sistem yang berbeda-beda. Bisa dengan menggunakan aplikasi yang disediakan, bisa juga membuat sebuah sistem sendiri tanpa bantuan aplikasi. Semuanya sistem yang dibuat tersebut memiliki kekurangan serta kelebihan, tinggal memilih yang mana yang sesuai dengan kesesuaian.

Kekurangan Penggunaan Reseller Secara Umum

Menggunakan reseller dalam proses bisnis juga memiliki resiko tersendiri. Resiko yang paling sering ditemui adalah produk dari supplier digunakan sebagai alat untuk menipu. Resiko tersebut membuat supplier dapat mengalami kerugian. Selain bentuk resiko penipuan dari reseller, markup harga yang ‘liar’ juga menjadi salah satu yang hal yang harus diwaspadai.

Memang benar, dengan menggunakan database yang terstruktur untuk menjadi pengontrol para reseller dapat mengurangi resiko tersebut. Namun, dengan sistem database juga tidak menjadi jaminan menghindari kerugian pada pihak supplier. Anda benar-benar harus mengontrol dan menjaga reseller, sehingga membantu Anda dalam mengembangkan bisnis.

Reseller ini sebenarnya dapat menjadi sebuah keuntungan bagi supplier ataupun produsen. Pemanfaatan reseller yang baik dan terstruktur dengan database reseller akan membantu bisnis menjadi lebih maju. Namun, jika reseller tidak dapat dikontrol akan membuat bisnis yang Anda jalani menjadi merugi. Bijaklah dalam menggunakan atau memanfaatkan reseller.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *